Mandiri Jaya Ready Mix

Mandiri Jaya

Ready Mix

Order & PersiapanLihat kategori

Checklist Hari H Cor Beton: Sebelum Truk Datang

4 menit baca
Bagian dari: Checklist Kesiapan Lokasi Sebelum Cor Ready Mix

Checklist hari H: tenaga dan alat siap 2 jam sebelum truk, akses jalan dibuka 1 jam sebelum, cek surat jalan saat truk tiba, bongkar dalam 30–45 menit, lalu mulai curing.

  • Tenaga cor, vibrator, dan pompa harus siap minimal 2 jam sebelum slot truk.
  • Buka akses jalan dan tandai titik bongkar 1 jam sebelum truk datang.
  • Cek surat jalan: mutu K-xxx, volume m³, dan slump sesuai order.
  • Antre truk maksimal 30–45 menit; mulai curing segera setelah cor.

Hari H adalah momen kritis pengecoran ready mix. Beton segar punya waktu kerja terbatas — biasanya 90–120 menit sejak keluar plant, tergantung suhu, mutu, dan retarder. Jika lokasi belum siap saat truk tiba, risiko cold joint, waste, dan keterlambatan jadwal meningkat drastis. Checklist ini melengkapi checklist kesiapan lokasi H-2 s/d H-1 dengan fokus jam-jam sebelum truk datang.

2 jam sebelumTenaga & alat siap
1 jam sebelumAkses jalan dibuka
Truk tibaBongkar tanpa antre
Setelah corCuring dimulai

Checklist 2 jam sebelum truk

  • Semua pekerja cor hadir — koordinator lapangan ditunjuk.
  • Bekisting dan tulangan dicek final (elevasi, spacer, kebersihan).
  • Vibrator, roskam, jidar, ember, terpal siap di lokasi.
  • Pompa (jika ada) sudah setup atau dalam perjalanan.
  • Nomor kontak sopir mixer dan admin plant tersedia.
  • Cuaca dicek — siapkan terpal jika hujan mungkin turun.

Checklist 1 jam sebelum truk

  • Jalan masuk truk bebas parkir liar, sampah, material, atau kendaraan warga.
  • Titik bongkar ditandai — jalur gerobak/talang/pipa pompa jelas.
  • Area cor tidak tergenang — drainase sementara siap jika hujan.
  • Petugas penerima beton berdiri di titik bongkar.
  • Form order / mutu / volume sudah dicek ulang dengan mandor.

Apa yang terjadi jika truk antre terlalu lama?

Beton di drum mixer terus berputar, tetapi hidrasi semen tetap berjalan — terutama di cuaca panas Jabodetabek (32°C+). Setelah ±45 menit antre, slump turun, beton lebih kaku, sulit diratakan dan divibrasi. Tuang beton kaku = rongga (honeycomb) di sudut bekisting. Solusi darurat (tambah air di lapangan) dilarang — merusak mutu rencana. Pencegahan: tenaga dan bekisting siap sebelum truk, titik bongkar jelas, pompa sudah setup.

Membaca slump di surat jalan

Slump (cm) menunjukkan workability — beton cair vs kaku. Order pelat/dak umumnya slump 10–12 cm; kolom sempit bisa 8–10 cm. Surat jalan mencantumkan slump saat QC plant. Jika jauh di bawah order (misal order 12 cm, surat jalan 6 cm), segera hubungi admin sebelum tuang — bisa karena antre lama atau kesalahan batch. Jangan tuang dulu tanpa konfirmasi.

Saat truk tiba — urutan kerja

  • Cek surat jalan: mutu (K-xxx), volume (m³), slump, waktu batch.
  • Arahkan sopir ke titik bongkar — hindari antre lebih dari 30–45 menit.
  • Tuang dan vibrate segera — jangan biarkan beton mengeras di truk.
  • Catat volume aktual per mobil untuk rekonsiliasi order.
  • Komunikasi ritme truk berikutnya (interval 30–45 menit umum).
  • Pemadatan dan finishing — jangan terburu-buru

    Setelah tuang, beton harus divibrasi — vibrator internal dimasukkan vertikal, tarik lambat (±5–10 cm/detik), jangan sentuh bekisting/tulangan. Over-vibration (terlalu lama di satu titik) bisa segregasi; under-vibration meninggalkan rongga. Untuk pelat, finishing roskam dilakukan setelah bleeding (air loh) selesai naik — finishing terlalu dini memaksa air ke permukaan dan lemahkan lapisan atas. Urutan: tuang → vibrate → ratakan → tunggu bleeding → finishing → lindungi untuk curing.

    Koordinasi multi-truk (2+ mobil)

    Dak 10+ m³ biasanya 2 truk. Tetapkan zona cor: truk 1 isi area A, truk 2 lanjut area B dengan overlap ±50 cm agar cold joint terhindar. Koordinator lapangan pegang radio/HP — hubungi admin jika truk 2 terlambat >30 menit dari rencana. Catat waktu bongkar tiap mobil di log: mobil 1 (07:45, 7 m³), mobil 2 (08:30, 3,5 m³) — berguna jika ada selisih volume dengan surat jalan.

    Tabel tanggung jawab lapangan

    PeranTugas hari H
    Koordinator lapanganTerima surat jalan, arahkan truk, koordinasi pompa
    Mandor corCek bekisting, atur vibrator, finishing
    Operator pompaSetup pipa, jaga aliran beton ke titik cor
    Admin orderKoordinasi slot truk berikutnya jika ada kendala

    Cuaca hujan: tutup area cor dengan terpal. Jika hujan deras sebelum truk datang, koordinasikan penundaan slot ke admin — jangan memaksa cor di genangan.

    Setelah pengecoran selesai

    • Mulai curing setelah permukaan cukup mengeras (panduan curing).
    • Jangan membebani beton segar (material, pekerja berkumpul).
    • Catat kendala untuk order tahap berikutnya.

    Kesalahan hari H yang sering terjadi

    • Truk datang tapi tenaga belum siap — antre >45 menit.
    • Bekisting bocor — beton tumpah, waste naik.
    • Tidak cek slump di surat jalan — workability tidak sesuai.
    • Pompa telat — truk pertama menunggu terlalu lama.
    • Lupa siapkan terpal — hujan deras merusak permukaan.

    Persiapan lengkap: checklist kesiapan lokasi · Armada: panduan armada · Order: halaman order.

    Pertanyaan umum

    Berapa lama antre truk mixer aman?

    Usahakan bongkar dalam 30–45 menit setelah truk tiba. Antre lama mempercepat kehilangan workability beton segar.

    Apa yang dilakukan jika truk datang lebih awal?

    Pastikan bekisting dan tenaga sudah siap. Jika belum, hubungi admin segera — jangan memaksa bongkar ke area yang belum siap.

    Siapa yang menerima surat jalan beton?

    Koordinator lapangan atau mandor yang ditunjuk. Catat mutu, volume, slump, dan waktu bongkar untuk arsip proyek.

    Apa yang dicek di surat jalan beton?

    Mutu beton (K-xxx FA/NFA), volume m³, slump, nomor order, dan waktu batch. Pastikan sesuai dengan yang dipesan.

    Kapan mulai curing setelah cor?

    Setelah permukaan cukup mengeras dan tidak rusak terkena air. Biasanya beberapa jam setelah finishing selesai.

    Panduan inti

    Langkah berikutnya

    Artikel terkait